Penerapan Pembelajaran IPS Berbasis Tringo Ki Hadjar Dewantara pada Siswa Sekolah Dasar
DOI:
https://doi.org/10.30862/%25J.v2.i1.54Keywords:
Pembelajaran IPS, Konsep Tringo, Nilai Kearifan LokalAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan model pembelajaran yang mampu mengintegrasikan dimensi kognitif, afektif, dan psikomotorik secara berurutan, sejalan dengan tuntutan pembelajaran abad 21 dan relevansi kearifan lokal. Tringo Ki Hadjar Dewantara, yang memuat tahapan ngerti, ngrasa, dan nglakoni, dipandang sebagai kerangka pembelajaran yang potensial untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model pembelajaran IPS berbasis Tringo Ki Hadjar Dewantara dalam meningkatkan hasil belajar siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pre-test–post-test. Subjek penelitian adalah 28 siswa kelas V SD Negeri 6 Ngunut Kabupaten Tulungagung pada semester genap tahun ajaran 2024/2025. Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda sebanyak 20 soal telah diuji validitas dan reliabilitasnya, dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,876 yang menunjukkan reliabilitas tinggi. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor rata-rata dari 62,14 (pre-test) menjadi 82,50 (post-test), dengan selisih 20,36 poin. Uji paired sample t-test menghasilkan nilai t(27) = 12,38 dan p < 0,001, yang menunjukkan perbedaan signifikan pada taraf 0,05. Nilai normalized gain score sebesar 0,54 termasuk dalam kategori sedang. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa pembelajaran IPS berbasis Tringo secara efektif meningkatkan penguasaan materi siswa, memperkuat internalisasi nilai, serta membentuk keterampilan sosial melalui pendekatan yang harmonis antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Model ini berpotensi diterapkan secara lebih luas untuk memperkuat pendidikan kontekstual berbasis budaya lokal.
Downloads
References
Adzhar, M. H. (2024). The Rationality of Community Actions and Islamic Educational Values in the Megengan Tradition In Jabon Village. International Journal of Religion and Social Community, 2(2 SE-Articles), 49–67. https://doi.org/10.30762/ijoresco.v2i2.3497
Adzhar, M. H. (2025). Hakikat Belajar dan Pembelajaran Bermakna dalam Perkembangan Kurikulum Pendidikan di Indonesia. Pedagogos Journal of Education and Learning, 1(1), 1–14.
Andrian, Y., & Rusman, R. (2019). Implementasi pembelajaran abad 21 dalam kurikulum 2013. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan, 12(1), 14–23.
Anggramayeni, A., Yolida, B., & Marpaung, R. R. T. (2018). Efektivitas bahan ajar berbasis kearifan lokal terhadap aktivitas dan hasil belajar peserta didik. Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah, 6(5), 69–77.
Asiyah, N. (2019). Cultivating spiritual and social attitudes in elementary school students: Evaluative study with cipp approach on the learning ofreligious and character education. International Journal of Scientific and Technology Research, 8(8), 699–705.
Care, E., & Kim, H. (2017). Assessment of twenty-first century skills: The issue of authenticity. In Assessment and teaching of 21st century skills: Research and applications (pp. 21–39). Springer.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2017). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Sage publications.
Diana, R. C., Kuswandi, D., & Ulfa, S. (2019). Konsep Pembelajaran TRINGO pada Mata Kuliah Model Pengembangan Kurikulum. Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan, 2(2), 90–95.
Erdoğan, V. (2019). Integrating 4C skills of 21st century into 4 language skills in EFL classes. International Journal of Education and Research, 7(11), 113–124.
Guntara, Y. (2021). Normalized gain ukuran keefektifan treatment. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, 1–3.
Hatima, Y. (2025). Integrasi Kearifan Lokal dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia. JHUSE: Jurnal Humaniora, Sosial Dan Edukasi, 6(1).
Hidayat, M., & Nafi’a, M. Z. I. (2024). Inovasi Desain Pembelajaran Agama Islam Berbasis Konsep “Tringa” Ki Hadjar Dewantara dalam Meningkatkan Keterampilan Literasi.
Holilah, M. (2024). Kearifan ekologis budaya lokal masyarakat adat cigugur sebagai sumber belajar IPS. Kajian-Kajian Lokal Untuk Pendidikan IPS, 113.
Husain, R., & Kaharu, A. (2020). Menghadapi Era Abad 21: Tantangan Guru Pendidikan Anak Usia Dini di Kabupaten Bone Bolango. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1), 85–92.
Johnson, R. B., & Christensen, L. (2019). Educational research: Quantitative, qualitative, and mixed approaches. Sage publications.
Kafyulilo, A., Fisser, P., & Voogt, J. (2016). Factors affecting teachers’ continuation of technology use in teaching. Education and Information Technologies, 21(6), 1535–1554.
Karsiwan, K., Retnosari, L., Lisdiana, A., & Hamer, W. (2023). Penguatan pendidikan karakter melalui pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal di Lampung. SOCIAL PEDAGOGY: Journal of Social Science Education, 4(1), 39–52.
Kementerian Pendidikan Kebudayaan, R. dan T. (2023). Kurikulum Merdeka dan Profil Pelajar Pancasila. Jakarta: Kemendikbudristek.
Kurniawan, S., & Fitriyani, F. N. (2023). Character Education, Religious Moderation and Freedom To Learn: The Perspective of Ki Hadjar Dewantara. In Annual Conference on Islamic Religious Education (pp. 23–33). acied.pp-paiindonesia.org.
Kuswandi, D., Nafi’a, M. Z. I., Wedi, A., Zulnaidi, H., & Soepriyanto, Y. (2022). Implementation “TRINGO” Philosophy for Multi Literations’ Digital Learning Design. In 2022 8th International Conference on Education and Technology (ICET) (pp. 321–326). IEEE.
Kuswandi, D., Reza, L., Thariq, Z. Z. ., Sinaga, M. N. A., & Diana, R. C. (2020). The Role of Educational Technologists in Building the Skills of Early Childhood Teachers With TRINGO Ki Hadjar Dewantara Approach. In 2nd Early Childhood and Primary Childhood Education (ECPE 2020) (pp. 138–143). atlantis-press.com.
Lindfors, E., & Hilmola, A. (2016). Innovation learning in comprehensive education? International Journal of Technology and Design Education, 26(3), 373–389.
Macfarlane, B. (2016). Freedom to learn: The threat to student academic freedom and why it needs to be reclaimed. Routledge.
Markus, M., Bakar, M. Y. A., & Kholis, N. (2023). Integration of Tringo Concept Ki Hadjar Dewantara in Development of Islamic Education Learning Evaluation. Al-Hayat: Journal of Islamic Education, 7(2), 544–558.
Morgan, G. A., Barrett, K. C., Leech, N. L., & Gloeckner, G. W. (2019). IBM SPSS for introductory statistics: Use and interpretation. Routledge.
Nafi’a, M. Z. I., Kuswandi, D., & Wedi, A. (2021). Development of Tringo Based Multiliteracy Learning Model Design as an Effort to Improve Student Writing Skills. In International Conference on Information Technology and Education (ICITE 2021) (pp. 172–176). Atlantis Press.
Nafi’a, M. Z. I., Kuswandi, D., & Wedi, A. (2022). Desaın Pembelajaran Multılıterası Berbasıs Konsep “Trıngo” Dalam Penıngkatan Mutu Pembelajaran Dı Abad 21. JAMP: Jurnal Administrasi Dan Manajemen Pendidikan, 5(2), 115–124.
Nufus, A. B., & Irnawati, I. (2020). Pengamalan Nilai-Nilai Ajaran “Tringa” Ki Hadjar Dewantara dalam Menyikapi Pandemi Covid 19. JURNAL KALACAKRA: Ilmu Sosial Dan Humaniora, 1(1), 45–54.
Radya, W. B., Fajrie, N., & Riswari, L. A. (2023). Pengaruh model pembelajaran kontekstual berbantuan media monopoli terhadap hasil belajar IPS kelas V SD 3 Padurenan. Jurnal Penelitian Dan Pendidikan IPS, 17(2), 93–100.
Rahayuningsih, F. (2021). Internalisasi filosofi pendidikan ki hajar dewantara dalam mewujudkan profil pelajar pancasila. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 1(3), 177–187.
Ramdani, E. (2018). Model pembelajaran kontekstual berbasis kearifan lokal sebagai penguatan pendidikan karakter. JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial, 10(1), 1–10.
Rijal, A., Kosasih, A., & Nurdin, E. S. (2022). Thomas Lickona and Yusuf Qardhawi: Creating value for character education through narrative. In International Conference on Language, Education, and Social Science (ICLESS 2022) (pp. 15–24). Atlantis Press.
Sapriya. (2016). Pendidikan IPS: Konsep dan pembelajaran. PT Remaja Rosdakarya.
Serdyukov, P. (2017). Innovation in education: what works, what doesn’t, and what to do about it? Journal of Research in Innovative Teaching & Learning, 10(1), 4–33.
Setyosari, P. (2020). Desain Pembelajaran. Bumi Aksara.
Sumarni, M. L., Jewarut, S., Silvester, S., Melati, F. V., & Kusnanto, K. (2024). Integrasi nilai budaya lokal pada pembelajaran di sekolah dasar. Journal of Education Research, 5(3), 2993–2998.
Susanto, A. (2018). Kearifan Lokal dalam Pendidikan: Refleksi atas Konsep “Ing Ngarsa Sung Tuladha” Ki Hadjar Dewantara. Jurnal Pendidikan Karakter, 3(1), 45–58.
Thaariq, Z. Z. A., Wijanarko, D. A., & Kuswandi, D. (2021). Desain Elaborasi Dengan Pendekatan Tringo Ki Hadjar Dewantara Dalam Bangunan Pembelajaran Digital. In Seminar Nasional Teknologi Pembelajaran (Vol. 1, pp. 300–313).
Timotheou, S., Miliou, O., Dimitriadis, Y., Sobrino, S. V., Giannoutsou, N., Cachia, R., … Ioannou, A. (2023). Impacts of digital technologies on education and factors influencing schools’ digital capacity and transformation: A literature review. Education and Information Technologies, 28(6), 6695–6726. https://doi.org/10.1007/s10639-022-11431-8
Velani, F. Y. (2020). Application of contextual teaching and learning approaches in improving mathematics interest and learning achievement of elementary school students. Journal of Physics: Conference Series. https://doi.org/10.1088/1742-6596/1511/1/012032
Vygotsky, L., & Cole, M. (2018). Lev Vygotsky: Learning and social constructivism. Learning Theories for Early Years Practice. UK: SAGE Publications Inc, 68–73.
Wijayanti, A., & Widowati, A. (2019). Tringo Tamansiswa (Ngerti, Ngrasa, Nglakoni): The Development of Subject Specific Pedagogy with Value Clarification-Inquiry Learning. Jurnal Pena Sains, 6(2).









